Senin, 12 Desember 2011

daerah rote termanu


OLEH :
YUNITA NAPA
MOA TUA DE LEFE BAFI
Rote merupakan salah satu pulau yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Kupang  dan pulau paling selatan dalam jajaran kepulauan Nusantara Indonesia. Batas-batas pulau rote bagian timur dan selat pukuafu, barat dan utara  dan selat pukuafu, barat dan utara dengan laut sawu, selatan dan lautan Indonesia.
            Pulau rote dalam wilayah pemerintahnya berstatus daerah pembantu Bupati kupang memiliki 6 kecamatan( merupakan himpunan dari 65 desa dan luas wilayah seluruhnta 1280 km2,jumlah penduduk sampai tahun 1987 sebanyak 68.440 jiwa).
            Pulau-pulau kecil  yang mengelingi pulau rote antara lain pulau Ndao Ndana,Nasa,Usu,manuk,Doo,Helina,Landu.Ada pula penduduk dan ada pula  tidak berpenduduk.
Kanon nama Rote menurut legendanya  tidak lain nama yang kebetulan di berikan oleh seseorang pelaut portugis di abad ke-15. Karena  pada suatu waktu seorang pelaut  berlayar melewati suatu garis pantai selatan pulau ini .Pelaut mendaratkan perahunya,dan bertanya  pada seseorang nelayan  tentang nama daratan dari pulau yang tidak di ketahuinya .Yang nelayan tidak mengetahui namanya.Sehingga ia menyebutkan namanya sendiri Rote . s
·        Rumah Adat Rote.
            Rumah adat Rote adalah rumah berbentuk panggung seperti yang  di beberapa  daerah lain seperti Sumba,Manggarai,Ngada nama untuk  rumah adat Rote di sebut Di-hak karena bertiang empat ,karena fungsinya berbeda  maka rumah adat  khusuk untuk kepala adat  atau kepala suku mana feto  di- nek .
Secara keseluruhan nama adat Rote di bangun  dengan memperhatikan syarat  memanjang dari kiri (utara ) ke kanan (selatan ) tidak pernah  dari Timor ke Barat Kelengkapan rumah adat  baik di-hak  maupun  di-nek biasanya di kelilingi dengan  pagar batu yang di sebut  Uma Kota Dale.Bentuk dasr di-hak meniru  birotara laut dan kerangkanya ikan hiu.
Rincian rumah adat di-hak ialah :
Ø Madao  ada debu-debu atau lantai dasar
Ø Uma lai (panggung dengan lantai papan)
Ø Uma huruk atau uma tene dale
Inti dari rumah adat di hak itu terletak pada um alai (panggung berlanatai papan) yang telah di pilai-pilai dal;am fungsinya masing-masing yakni:
Ø Sesoaik muki dan sesoik dulu masing-masimg berarti tempat tidur kiri dan tempat tidur kanan, digunakan oleh lelaki dewasa yang belum menikah.  Letak sosok itu mengapit pintu masuk, kemudian pada bagian kiri agak tengah ada uma langgak (tempat menaruh mayat mati normal)
Ø Ada pula uma dalek (tempat khusus bagi gadis)
Ø Lao yang terletak dekat uma dalek, sebelah kanan antara dapur/ perapian termasuk tempat bersalin bagi para ibu (dekat api supaya mudah di ukup atau dimandikan air panas setalah melahirkan)
Ø Ada pila uma tena dalek diantara tiang depan
Ø Di inak semacam beranda tengah antara 4 tiang induk.
Rumah adat Rote sangat memperhatikan pemisahan yang tegas antara fungsi-fungsi tempat duduk  berbagai jenis kepentingan  sehingga perlu di kawal secara lebih ketat sehingga adanya sosial di kiri dan kanan pintu. Perlindungan terhadap eksitensi wanita masih bisah di lihat pada penanaman kayu. Melihat pada atap yang di sebut Spar dengan keamanan fungsi kewanitaan umumnya dalam pembangunan rumah adat sangat di perhatikan letak kayu/ spar de doik Ana Mac (spar anak yatim piatu) fungsinya mencegah hakal orang tua yang meninggal dan rumahnya di huni itu memiliki anak yatim piatu. Kemudian ada spar khusus de doik Teta Inak  (spar keamanan si Ibu) untuk mencegah meninggalnya sang Ibu dan terakhir Spar de doik Lela Touk (keamanan laki-laki) fungsinya untuk tolak bala.
Untuk menolak semua bala bencana yangt bakal dari kesalahan meletakkan Spar pada suatu rumah, pada zaman yang lalu harus di bunuh 22 ekor  hewan  (besar dan kecil),  jika ini di penuhi maka rumah di nyatakan aman, bebas dari ancaman. Perhatian dalam pembuatan rumah adat dengan menggunakan fungsi dan kedudukan Ibu tidak saja di sini, dalam beberapa nusak masih di temui pad Toa Langgak atau ujung balok induk yang menghubungkan bubungan yang menghadap kearah matahari di tulis nama bapak leluarga, sedangkan pada toak ikok di tuliskan nama Ibu, padanan ini tidak boleh di lupakan sebagai lambang kesatuan yang tidak boleh di pisahkan.
·        Seni Budaya
Ada beberapa jenis tetunan yang ada di pulau Rote maupun Ndao, jenis-jenis itu adalah sebagai berikut: Lafaina, lafa, mboa, lafana.
Jenis lafaina adalah tenunan yang umumnya dipakai waktu ajal kematian, yang terbuat dari bahan dasarnya dari benang asli dengtan warna yang khas hitam, merah dan putih. Bentuk umumnya adalah selimut di pakaikan pada pria dan wanita, jenis lafa untuk laki-laki dalam pembagian suara. Jenis mboa sarung khusus untuk wanita dan terakhir lafana berbentuk selempang untuk pria di bahu.
            Tentang gambar motifnya antara lain sebagai berikut:
Ø Mbunga si bunak
Ø Mbunga patola
Ø Mbunga tek (capura)
Ø Mbunga pending (segi 4)
Warna susunan yang berlaku di Rote Ndao adalah
Ø Merah
Ø Putih
Ø Hitam
Ø Kuning
Warna-warna khas itu menjadi warna yang paling menjolok adalah merah yang oleh masyarakat setempat  di kenal sehingga adulala.
            Raja harus mengenakan selimut patola dan bunga yang agung dari suatu kembang lumbung pohon keramat, pohon kehidupan.
            Tata cara berpakaian bagi orang Rote umumnya untuk pria dengan Tiilangga atau sololongga ( topi anyaman  lontar berbentuk melingkar dengan tonjolan ujung tajam seperti antene, mirip topi orang Meziko). Mengenakan baju berwarna putih, ikat pinggang berhias / nope kalite, pisau atau parang bersrung hias, selimut di pakaikan seperti sarung dengan ikatan panjang kiri (bagi bujang) dan ikatan kanan kalau sudah menikah, di atas bahu terdapat selendang atau lafana. Sedangkan untuk wanita mengenakan Bou, sarung, ikat pinggang lebar atau abado kalikee, anting-anting, mainan di leher, cicin jika sudah menikah, mengenakan lagi sebentuk tanduk kerbau terlapisakan emas di dahi.
            Tarian Rote beranekaragam, tetapi keramaian tarian itu biasanya terlihat pada waktu adanya acara adat, limbe, penerimaan orang-orang besar dan kematian. Jika dapat di kelompokan kedalam tarian hiburan maka yang di ikuti juga oleh wanita adalah tarian arakaka didi kodi, dio doe, koa dau-doe, koda di loe, lepe koni, memoto apok, mefo to’o, juga kebalai. Tarian preang /pahlawan misalnya tarian haki dodi, kaka musuh, kaka baa, kaka take, keki doe, tabekk, teo renda, teo tono, semua itu biasabya diiringi oleh gong dan gendang , irama cepat dan lambatnya sangat tergantumg pada pukulan gendangnya dan dengan irama uyang diatur setiap jenis bunyi, hentakakan melukiskan satu ragam gerak tertentu.
Khusus untuk seni musik bagi orang Rote sangat menekuni permainan musik tradisional yakni Sasando. Sasando merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari gabungan daun lontar, bamboo dan tali senar pelastik. Ruang gema secara tergantung dari besarnya timba lontar (haik) dan diantara ujung lengkungan itu di sambung bamboo dan diberi tali senar pelastik . tali senar pelastik tersebut yang memberikan nada suara seperti kecapi dan dapat dimainkan dengan jari. Bagi kaum wanita dapat memainkan dengan suara solo yang merdu, music  sansando itu dapat di temui hamir di seluruh pulau Rote .
·        Parawisata
Parawisata merupakan salah satu sektor unggulan daerah Kabupaten Rote Ndao dimana terdapat banyak potensi wisata yang sangat menjanjikan dan belum dijamah anatara lain:
Ø Wisata alam pulau Ndana
Pulau ini terletak di Kecamatan Rote Barat yang merupakan pulau dengan hamparan pasir yang indah dan cagar alamnya yang masih asli (tradisional). Di tengah pulau terdapat sebuah darah merah yang di keramatkan oleh masyarakat dan juga tempat hidup rusa. Pulau ini dapat di jangkal dengan menggunakan perahu motor (speed bood) kurang lebih 20 menit dari pulau Rote.
Ø Wisata alam pulau Po’o
Pulau Do’o adalah sebuah pulau kecil di Kecamatan Rote Barat laut yang di kelilingi dengan pasir putih dan gelembung laut yang cocok untuk selancar.
Ø Wisata alam batu termanu
Batu termanu memiliki cerita sejarah tersendiri, terdiri dari dua batu yang sangat tinggi yaitu Batu Hun dan Batu Sue lai. Di sekitar perairan baru Hun terdappat terumbu karang yang indah dan ikan kerapu yang cocok untuk wisata menyelam dan memancing.  Batu ini terletak  di Kecamatan Rote Tengah yang dapat di jangkau dengan kenderaan bermotor kurang lebih 15 menit dari Kota Ba’a.
Ø Wisata pantai Nemberala/Ba’a
Kedua pantai ini sangat terkenal  dengan hamparan pasir putih yang indah dan gulungan gelombang yang menarik (9 kali gulungan dan pecahannya ke kanan), merupakan tantangan tersendiri  bagi peselancar dunia.  Panatai ini sudah di kembangkan menjadi kawasan wisata bertaraf Internasional yang di tunjang dengan sarana perhotelan bertaraf Internasional pula.
Selain itu telah di adakan even-even  wisata seperti lomba selancar Internasional yang di hadiri oleh beberapa Negara. Pantai ini terletak di Kecamatan Rote Barat yang berjarak kurang lebih 25 km dari Kota Ba’a dan dapat di tempuh menggunakan kenderaan bermotor kurang lebih 30 menit.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar